{"id":1326,"date":"2017-12-01T04:22:31","date_gmt":"2017-11-30T21:22:31","guid":{"rendered":"https:\/\/dpb-lppm-unipa.com\/?p=1326"},"modified":"2024-07-25T12:41:40","modified_gmt":"2024-07-25T05:41:40","slug":"survei-sosial-masyarakat-di-kawasan-konservasi-perairan-teluk-mayalibit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/science4conservation.com\/en\/survei-sosial-masyarakat-di-kawasan-konservasi-perairan-teluk-mayalibit\/","title":{"rendered":"Survei Sosial Masyarakat di Kawasan Konservasi Perairan Teluk Mayalibit"},"content":{"rendered":"<section class=\"wpb-content-wrapper\"><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid vc_custom_1634186271479\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\"><div class=\"vc_row wpb_row vc_inner vc_row-fluid vc_custom_1634186369604\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p style=\"text-align: justify; font-size: 16px; font-family: 'Bahnschrift Light';\">Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Papua (LPPM UNIPA) bekerja sama dengan Yayasan Keanekaragaman Hayati (KEHATI), RARE, dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Kabupaten Raja Ampat telah melakukan survei sosial masyarakat di Kawasan Konservasi Perairan Teluk Mayalibit (KKP Telma), Raja Ampat. Kampung-kampung yang disurvei yaitu kampung Warsamdin, Yensner, Mumes, Lopintol, Kalitoko, Arawai, Beo, Kabilol, Go, Waifoi, Wairemak, Wagelas, dan tiga kampung yang berada di luar KKP Telma yaitu Kabui, Wauyai, dan Kapadiri sebagai daerah kontrol. Total kepala keluarga yang disurvei berjumlah 406 KK. Kegiatan survei sosial masyarakat di KKP Telma sebelumnya telah dilakukan pada tahun 2010, 2012, 2014 dan dilakukan pada tahun 2017. Survei ini kemudian akan dilakukan pada tahun-tahun selanjutnya untuk melihat dampak kawasan konservasi terhadap sosial ekonomi masyarakat di Bentang Laut Kepala Burung khususnya pada lingkup masyarakat yang berada di Teluk Mayalibit.<\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element  vc_custom_1637804304372\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p style=\"text-align: justify; font-size: 16px; font-family: 'Bahnschrift Light';\">Pelaksanaan kegiatan survei sosial masyarakat berlangsung pada tanggal 10 Oktober \u2013 31 November 2017. Tim survei terdiri dari mahasiswa, alumni, assisten dosen, dan dosen UNIPA yang telah mengikuti pelatihan pengambilan data. Survei yang dilakukan berupa wawancara terstruktur terhadap kepala keluarga yang dilakukan oleh 8 orang <em>enumerator <\/em>dan 2 orang assisten koordinator lapangan (mahasiswa, alumni, dan assisten dosen UNIPA) dengan menggunakan kuisioner yang telah disiapkan. Kegiatan <em>Focus Group Discussion <\/em>(<em>FGD<\/em>) terhadap kumpulan masyarakat dilakukan oleh 2 orang supervisi\/koordinator lapangan (dosen UNIPA)<\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element  vc_custom_1561462871854\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_inner vc_row-fluid vc_custom_1635404018235\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-6\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div  class=\"wpb_single_image wpb_content_element vc_align_center\">\n\t\t\n\t\t<figure class=\"wpb_wrapper vc_figure\">\n\t\t\t<div class=\"vc_single_image-wrapper   vc_box_border_grey\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"vc_single_image-img\" src=\"https:\/\/science4conservation.com\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Wawancara-di-Salah-satu-rumah-tangga-di-Teluk-Mayalibit-500x300.jpg\" width=\"500\" height=\"300\" alt=\"Wawancara di Salah satu rumah tangga di Teluk Mayalibit\" title=\"Wawancara di Salah satu rumah tangga di Teluk Mayalibit\" \/><\/div>\n\t\t<\/figure>\n\t<\/div>\n\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p style=\"text-align: center; font-size: 16px; font-family: 'Bahnschrift Light';\">Foto : Tim BHS Monitoring Sosial Unipa<\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-6\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p style=\"text-align: justify; font-size: 16px; font-family: 'Bahnschrift Light';\">Kuisioner yang telah disiapkan berisi sejumlah pertanyaan terkait karaketeristik rumahtangga, kegiatan mencari ikan, keadaan ekonomi keluarga, kesehatan, kondisi ketahanan pangan, pemberdayaan politik, organisasi kemasyarakatan, pendidikan, dan budaya. Sementara FGD yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan masyarakat terhadap aturan- aturan KKP. Tindak lanjut dari proses FGD yaitu dilakukan wawancara kepada informan kunci atau <em>key informant <\/em>(<em>KII<\/em>). Seseorang yang dipilih sebagai <em>KII <\/em>merupakan seseorang yang dianggap mengetahui asal usul pembentukan KKP Telma dan aturan-aturannya. Data yang telah dikumpulkan di lapangan akan diolah dan dianalisis lebih lanjut untuk dapat melihat dampak keseluruhan dari keberadaan KKP.<\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div>\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element  vc_custom_1637804270397\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p style=\"text-align: justify; font-size: 16px; font-family: 'Bahnschrift Light';\">Pengambilan data lapangan oleh tim survei telah berhasil dilaksanakan dan telah masuk pada tahap penginputan dan pembersihan data, yang selanjutnya akan dilakukan analisis data dan penjabaran hasil survei. Secara keseluruhan kampung yang telah ditargetkan untuk kegiatan survei sosial masyarakat telah tercapai, namun terdapat beberapa kendala berupa posisi geografis setiap kampung yang dipisahkan oleh laut, sehingga memerlukan biaya transportasi yang tinggi serta terdapat satu kampung target survei yang harus melewati gunung (Kampung Go ke Kampung Kapadiri) sehingga tim harus bekerja lebih keras untuk berpindah kampung. Kendala lainnya yang ditemui di lapangan yaitu terdapat satu kampung yaitu Kampung Wauyai yang sebagian masyarakatnya tidak berada di kampung (kegiatan luar kampung). Kegiatan survei sosial masyarakat di KKP TELMA akan terus dilakukan di tahun-tahun selanjutnya agar data yang dikumpulkan dapat mengambarkan dan menjelaskan keefektifan dari keberadaan kawasan konservasi perairan terhadap masyarakat. Harapan dari keberhasilan kegiatan survei ini yaitu adanya pengelolaan yang baik dan berkelanjutan bagi kawasan serta masyarakat Teluk Mayalibit.<\/p>\n<p style=\"font-size: 16px; font-family: 'Bahnschrift Light'; text-align: left;\">(Oleh: Irman Rumengan )<\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid vc_custom_1637803495389\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\"><div class=\"vc_row wpb_row vc_inner vc_row-fluid vc_custom_1637803554729\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-3\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p style=\"font-size: 30px; font-family: 'Goudy Old Style'; text-align: left;\"><strong>Berita Lainnya<\/strong><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-9\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\"><div class=\"vc_separator wpb_content_element vc_separator_align_center vc_sep_width_100 vc_sep_pos_align_center vc_separator_no_text vc_sep_color_#000000\" ><span class=\"vc_sep_holder vc_sep_holder_l\"><span class=\"vc_sep_line\"><\/span><\/span><span class=\"vc_sep_holder vc_sep_holder_r\"><span class=\"vc_sep_line\"><\/span><\/span>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_inner vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-4\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div  class=\"wpb_single_image wpb_content_element vc_align_left\">\n\t\t\n\t\t<figure class=\"wpb_wrapper vc_figure\">\n\t\t\t<div class=\"vc_single_image-wrapper   vc_box_border_grey\"><img decoding=\"async\" class=\"vc_single_image-img\" src=\"https:\/\/science4conservation.com\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/3.-Wawancara-HH-500x300.jpg\" width=\"500\" height=\"300\" alt=\"3. Wawancara HH\" title=\"3. Wawancara HH\" \/><\/div>\n\t\t<\/figure>\n\t<\/div>\n<div class=\"vc_empty_space\"   style=\"height: 5px\"><span class=\"vc_empty_space_inner\"><\/span><\/div>\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p style=\"font-size: 16px; font-family: 'Bahnschrift Light'; text-align: left;\"><a class=\"_self\" href=\"https:\/\/science4conservation.com\/monitoring-sosial-masyarakat-di-kaimana-dan-selat-dampier\/\" target=\"_self\" rel=\"noopener\">Monitoring Sosial Masyarakat di Kaimana dan Selat Dampier<\/a><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<div class=\"vc_empty_space\"   style=\"height: 20px\"><span class=\"vc_empty_space_inner\"><\/span><\/div><div class=\"vc_empty_space\"   style=\"height: 20px\"><span class=\"vc_empty_space_inner\"><\/span><\/div>\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p style=\"font-size: 10px; font-family: 'Bahnschrift Light'; text-align: left;\"><span style=\"color: #999999;\">Dahlia G.R Menufandu &#8211; Juni 25, 2019<\/span><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-4\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div  class=\"wpb_single_image wpb_content_element vc_align_left\">\n\t\t\n\t\t<figure class=\"wpb_wrapper vc_figure\">\n\t\t\t<div class=\"vc_single_image-wrapper   vc_box_border_grey\"><img decoding=\"async\" class=\"vc_single_image-img\" src=\"https:\/\/science4conservation.com\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/FGD-Unipa-di-Kampung-Yellu-500x300.jpg\" width=\"500\" height=\"300\" alt=\"Tim BHS MPA Unipa 2015\" title=\"FGD Unipa di Kampung Yellu\" \/><\/div>\n\t\t<\/figure>\n\t<\/div>\n<div class=\"vc_empty_space\"   style=\"height: 5px\"><span class=\"vc_empty_space_inner\"><\/span><\/div>\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p style=\"font-size: 16px; font-family: 'Bahnschrift Light'; text-align: left;\"><a class=\"_self\" href=\"https:\/\/science4conservation.com\/survei-sosial-masyarakat-di-kawasan-konservasi-laut-daerah-kofiau-dan-misool-2\/\" target=\"_self\" rel=\"noopener\">Survei Sosial Masyarakat di Kawasan Konservasi Laut Daerah Kofiau dan Misool<\/a><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<div class=\"vc_empty_space\"   style=\"height: 20px\"><span class=\"vc_empty_space_inner\"><\/span><\/div><div class=\"vc_empty_space\"   style=\"height: 20px\"><span class=\"vc_empty_space_inner\"><\/span><\/div>\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p style=\"font-size: 10px; font-family: 'Bahnschrift Light'; text-align: left;\"><span style=\"color: #999999;\">Ari M. Mahoklory dan Nova Mandatjan &#8211; Juni 25, 2019<\/span><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-4\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div  class=\"wpb_single_image wpb_content_element vc_align_left\">\n\t\t\n\t\t<figure class=\"wpb_wrapper vc_figure\">\n\t\t\t<div class=\"vc_single_image-wrapper   vc_box_border_grey\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"vc_single_image-img\" src=\"https:\/\/science4conservation.com\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Monitoring-Sosial-2019-1-500x300.jpeg\" width=\"500\" height=\"300\" alt=\"Monitoring Sosial 2019 (1)\" title=\"Monitoring Sosial 2019 (1)\" \/><\/div>\n\t\t<\/figure>\n\t<\/div>\n<div class=\"vc_empty_space\"   style=\"height: 5px\"><span class=\"vc_empty_space_inner\"><\/span><\/div>\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p style=\"font-size: 16px; font-family: 'Bahnschrift Light'; text-align: left;\"><a class=\"_self\" href=\"https:\/\/science4conservation.com\/monitoring-sosial-masyarakat-tahun-2019-cerita-lapangan-dari-kaimana-selat-dampier-dan-teluk-mayalibit\/\" target=\"_self\" rel=\"noopener\">Monitoring Sosial Masyarakat Tahun 2019 : Cerita Lapangan dari Kaimana, Selat Dampier dan Teluk Mayalibit<\/a><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<div class=\"vc_empty_space\"   style=\"height: 20px\"><span class=\"vc_empty_space_inner\"><\/span><\/div>\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p style=\"font-size: 10px; font-family: 'Bahnschrift Light'; text-align: left;\"><span style=\"color: #999999;\">Marjan Bato, Joice\u00a0 Pangulimang, Penina M. Maryen &amp; Abidin P. Mayalibit &#8211; Juni 25, 2019<\/span><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div>\n<\/section>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Papua (LPPM UNIPA) bekerja sama dengan Yayasan Keanekaragaman Hayati (KEHATI), RARE, dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Kabupaten Raja Ampat telah melakukan survei sosial masyarakat di Kawasan Konservasi Perairan Teluk Mayalibit (KKP Telma), Raja Ampat. Kampung-kampung yang disurvei yaitu kampung Warsamdin, Yensner, Mumes, Lopintol, Kalitoko, Arawai, Beo, Kabilol, [...]","protected":false},"author":2,"featured_media":1327,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_themeisle_gutenberg_block_has_review":false,"footnotes":""},"categories":[66],"tags":[],"class_list":["post-1326","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-monitoring-sosial-survei"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/science4conservation.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1326","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/science4conservation.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/science4conservation.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/science4conservation.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/science4conservation.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1326"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/science4conservation.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1326\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5796,"href":"https:\/\/science4conservation.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1326\/revisions\/5796"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/science4conservation.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1327"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/science4conservation.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1326"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/science4conservation.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1326"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/science4conservation.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1326"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}