{"id":1322,"date":"2017-12-21T04:14:54","date_gmt":"2017-12-20T21:14:54","guid":{"rendered":"https:\/\/dpb-lppm-unipa.com\/?p=1322"},"modified":"2024-07-24T08:51:49","modified_gmt":"2024-07-24T01:51:49","slug":"cerita-lapang-kegiatan-survei-sosial-masyarakat-di-taman-nasional-teluk-cenderawasih-tahun-2017","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/science4conservation.com\/en\/cerita-lapang-kegiatan-survei-sosial-masyarakat-di-taman-nasional-teluk-cenderawasih-tahun-2017\/","title":{"rendered":"Cerita Lapang Kegiatan Survei Sosial Masyarakat di Taman Nasional Teluk Cenderawasih Tahun 2017"},"content":{"rendered":"<section class=\"wpb-content-wrapper\"><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid vc_custom_1634186817518\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\"><div class=\"vc_row wpb_row vc_inner vc_row-fluid vc_custom_1634186835247\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p style=\"text-align: justify; font-size: 16px; font-family: 'Bahnschrift Light';\">Daerah Perlindungan Laut atau <em>Ma<\/em>r<em>ine Protected Area <\/em>(MPA) adalah salah satu bentuk pengelolaan sumberdaya laut yang bertujuan untuk pengelolaan perikanan dan konservasi sumberdaya hayati secara berkelanjutan. Diharapkan bahwa dengan adanya MPA maka sumberdaya laut dapat terpelihara dengan baik. Namun, pertanyaan yang muncul adalah bagaimana tingkat kesejahteraan masyarakat yang tinggal di dalam dan sekitar wilayah tersebut? Apakah MPA memberikan dampak yang positif bagi peningkatan kesejahteraan mereka? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini maka Universitas Papua (UNIPA) telah bekerjasama dengan WWF US pada tahun 2010-2016, dan pada tahun 2017 ini UNIPA kembali bekerjasama dengan Blue Abadi Fund melalui Yayasan Keanekaragaman Hayati untuk melaksanakan kegiatan monitoring yang sama.<\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p style=\"text-align: justify; font-size: 16px; font-family: 'Bahnschrift Light';\">Monitoring sosial pada tahun 2010 sampai tahun 2016 dilakukan di 6 (enam) MPA yaitu Teluk Mayalibit, Selat Dampier, Kaimana, Taman Nasional Teluk Cenderawasih, Kofiau dan Misool. Indicator penilaian yang digunakan dalam kegiatan survei ini meliputi tingkat pendidikan, ekonomi, kesehatan, pemberdayaan politik dan budaya masyarakat daerah pesisir. Pada tahun 2017 kembali dilakukan monitoring sosial di Taman Nasional Teluk Cenderawasih (TNTC)<\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element  vc_custom_1561462871854\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_inner vc_row-fluid vc_custom_1635402990109\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-6\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div  class=\"wpb_single_image wpb_content_element vc_align_center  vc_custom_1634187196969\">\n\t\t\n\t\t<figure class=\"wpb_wrapper vc_figure\">\n\t\t\t<div class=\"vc_single_image-wrapper   vc_box_border_grey\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"vc_single_image-img\" src=\"https:\/\/science4conservation.com\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Wawancara-Oleh-Tim-BHS-500x300.jpg\" width=\"500\" height=\"300\" alt=\"Wawancara Oleh Tim BHS\" title=\"Wawancara Oleh Tim BHS\" \/><\/div>\n\t\t<\/figure>\n\t<\/div>\n\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p style=\"text-align: center; font-size: 16px; font-family: 'Bahnschrift Light';\">Foto : Tim BHS Monitoring Sosial Unipa<\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-6\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p style=\"text-align: justify; font-size: 16px; font-family: 'Bahnschrift Light';\">Survei sosial ini berlangsung pada tanggal 16 November sampai dengan 21 Desember 2017 yang diikuti oleh 10 orang dari UNIPA, yang terdiri dari 2 orang koordinator lapangan dan 8 orang enumerator. Koordinator lapangan adalah staf dosen dari UNIPA sedangkan enumerator terdiri dari 1 orang mahasiswa dan 7 orang alumni. Ke-10 orang tersebut terbagi menjadi 2 tim, dimana masing-masing tim terdiri dari 5 orang. Tim pertama melakukan survei di Kabupaten Biak Numfor dan Kabupaten Nabire. Mereka melakukan survei di kampung Saribi, Supmander, Masyara, Wansra, Rawar, Pakreki, Yembepon Yembeba, Napan Yaur, Goni, Bawei, Yeretuar, Napan, Weinami dan Masipawa. Sementara tim kedua melakukan survei di Kabupaten Wondama, tepatnya mereka mengunjungi kampung Dusner, Sasirei, Nanimori, Ambumi, Torey, Rasiei, Syeiwar, Yomber, Nordiwar, Waprak\/Saref, Yomakan, Senebuay, Yariari, Iseren, Weititindau, Yembekiri I dan Yembekiri II.<\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div>\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p style=\"text-align: justify; font-size: 16px; font-family: 'Bahnschrift Light';\">Pengambilan data dilakukan menggunakan metode wawancara secara langsung terhadap responden. Tahap awal adalah tim mendata nama-nama kepala keluarga yang berada di kampung survei, kemudian tim melakukan sampling untuk menentukan responden terpilih.<\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p style=\"text-align: justify; font-size: 16px; font-family: 'Bahnschrift Light';\">Berdasarkan pengamatan di lapangan, dapat dilihat bahwa sebagian besar masyarakat melakukan kegiatan melaut sebagai sumber pendapatan keluarga yang utama. Hal ini didukung oleh sumberdaya laut yang banyak di sekitar tempat tinggal mereka. Sedangkan sebagian masyarakat lainnya memilih bertani\/berkebun, menjadi buruh bangunan, pegawai negeri sipil dan melakukan pekerjaan lain yang menghasilkan upah.<\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p style=\"text-align: justify; font-size: 16px; font-family: 'Bahnschrift Light';\">Masih kurangnya tenaga pengajar dan ahli kesehatan menjadi kendala di kampung-kampung survei. Semua kampung yang dikunjungi telah memiliki bangunan sekolah (sekolah dasar), namun jumlah tenaga pengajar masih kurang. Demikian halnya dibidang kesehatan. Terdapat PUSTU dan puskesmas yang dibangun oleh pemerintah di kampung-kampung tersebut. Namun beberapa pustu tidak memiliki tenaga medis dan beberapa puskesmas tidak memiliki dokter. Keterbatasan obat juga masih menjadi kendala. Akibatnya, masyarakat merasa kesulitan untuk berobat, terutama yang berada di kampung Goni, Napan Yaur dan Bawei karena letak geografis serta akses ke kota Nabire yang masih terbatas.<\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p style=\"text-align: justify; font-size: 16px; font-family: 'Bahnschrift Light';\">Hal lainnya adalah, masyarakat dapat menyebutkan atau menjelaskan factor-faktor yang menjadi ancaman terhadap laut mereka serta tindakan-tindakan yang perlu diambil untuk mengurangi dampak kerusakan laut.<\/p>\n<p style=\"font-size: 16px; font-family: 'Bahnschrift Light'; text-align: left;\">(Oleh : Joice Pangulimang )<\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid vc_custom_1637748288645\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\"><div class=\"vc_row wpb_row vc_inner vc_row-fluid vc_custom_1637748374804\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-3\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p style=\"font-size: 30px; font-family: 'Goudy Old Style'; text-align: left;\"><strong>Berita Lainnya<\/strong><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-9\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\"><div class=\"vc_separator wpb_content_element vc_separator_align_center vc_sep_width_100 vc_sep_pos_align_center vc_separator_no_text vc_sep_color_#000000\" ><span class=\"vc_sep_holder vc_sep_holder_l\"><span class=\"vc_sep_line\"><\/span><\/span><span class=\"vc_sep_holder vc_sep_holder_r\"><span class=\"vc_sep_line\"><\/span><\/span>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_inner vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-4\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div  class=\"wpb_single_image wpb_content_element vc_align_center\">\n\t\t\n\t\t<figure class=\"wpb_wrapper vc_figure\">\n\t\t\t<div class=\"vc_single_image-wrapper   vc_box_border_grey\"><img decoding=\"async\" class=\"vc_single_image-img\" src=\"https:\/\/science4conservation.com\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Wawancara-di-Salah-satu-rumah-tangga-di-Teluk-Mayalibit-500x300.jpg\" width=\"500\" height=\"300\" alt=\"Wawancara di Salah satu rumah tangga di Teluk Mayalibit\" title=\"Wawancara di Salah satu rumah tangga di Teluk Mayalibit\" \/><\/div>\n\t\t<\/figure>\n\t<\/div>\n<div class=\"vc_empty_space\"   style=\"height: 5px\"><span class=\"vc_empty_space_inner\"><\/span><\/div>\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p style=\"font-size: 16px; font-family: 'Bahnschrift Light'; text-align: left;\"><a class=\"_self\" href=\"https:\/\/science4conservation.com\/survei-sosial-masyarakat-di-kawasan-konservasi-perairan-teluk-mayalibit\/\" target=\"_self\" rel=\"noopener\">Survei Sosial Masyarakat di Kawasan Konservasi Perairan Teluk Mayalibit<\/a><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<div class=\"vc_empty_space\"   style=\"height: 20px\"><span class=\"vc_empty_space_inner\"><\/span><\/div><div class=\"vc_empty_space\"   style=\"height: 20px\"><span class=\"vc_empty_space_inner\"><\/span><\/div>\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p style=\"font-size: 10px; font-family: 'Bahnschrift Light'; text-align: left;\"><span style=\"color: #999999;\">Irman Rumengan &#8211; Juli 1, 2019<\/span><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-4\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div  class=\"wpb_single_image wpb_content_element vc_align_center\">\n\t\t\n\t\t<figure class=\"wpb_wrapper vc_figure\">\n\t\t\t<div class=\"vc_single_image-wrapper   vc_box_border_grey\"><img decoding=\"async\" class=\"vc_single_image-img\" src=\"https:\/\/science4conservation.com\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/3.-Wawancara-HH-500x300.jpg\" width=\"500\" height=\"300\" alt=\"3. Wawancara HH\" title=\"3. Wawancara HH\" \/><\/div>\n\t\t<\/figure>\n\t<\/div>\n<div class=\"vc_empty_space\"   style=\"height: 5px\"><span class=\"vc_empty_space_inner\"><\/span><\/div>\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p style=\"font-size: 16px; font-family: 'Bahnschrift Light'; text-align: left;\"><a class=\"_self\" href=\"https:\/\/science4conservation.com\/monitoring-sosial-masyarakat-di-kaimana-dan-selat-dampier\/\" target=\"_self\" rel=\"noopener\">Monitoring Sosial Masyarakat di Kaimana dan Selat Dampier<\/a><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<div class=\"vc_empty_space\"   style=\"height: 20px\"><span class=\"vc_empty_space_inner\"><\/span><\/div><div class=\"vc_empty_space\"   style=\"height: 20px\"><span class=\"vc_empty_space_inner\"><\/span><\/div>\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p style=\"font-size: 10px; font-family: 'Bahnschrift Light'; text-align: left;\"><span style=\"color: #999999;\">Dahlia G.R Menufandu &#8211; Juni 25, 2019<\/span><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-4\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div  class=\"wpb_single_image wpb_content_element vc_align_center\">\n\t\t\n\t\t<figure class=\"wpb_wrapper vc_figure\">\n\t\t\t<div class=\"vc_single_image-wrapper   vc_box_border_grey\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"vc_single_image-img\" src=\"https:\/\/science4conservation.com\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/FGD-Unipa-di-Kampung-Yellu-500x300.jpg\" width=\"500\" height=\"300\" alt=\"Tim BHS MPA Unipa 2015\" title=\"FGD Unipa di Kampung Yellu\" \/><\/div>\n\t\t<\/figure>\n\t<\/div>\n<div class=\"vc_empty_space\"   style=\"height: 5px\"><span class=\"vc_empty_space_inner\"><\/span><\/div>\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p style=\"font-size: 16px; font-family: 'Bahnschrift Light'; text-align: left;\"><a class=\"_self\" href=\"https:\/\/science4conservation.com\/survei-sosial-masyarakat-di-kawasan-konservasi-laut-daerah-kofiau-dan-misool-2\/\" target=\"_self\" rel=\"noopener\">Survei Sosial Masyarakat di Kawasan Konservasi Laut Daerah Kofiau dan Misool<\/a><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<div class=\"vc_empty_space\"   style=\"height: 20px\"><span class=\"vc_empty_space_inner\"><\/span><\/div><div class=\"vc_empty_space\"   style=\"height: 20px\"><span class=\"vc_empty_space_inner\"><\/span><\/div>\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p style=\"font-size: 10px; font-family: 'Bahnschrift Light'; text-align: left;\"><span style=\"color: #999999;\"><em>Ari M. Mahoklory dan Nova Mandatjan<\/em> &#8211; Juni 25, 2019<\/span><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div>\n<\/section>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Daerah Perlindungan Laut atau Marine Protected Area (MPA) adalah salah satu bentuk pengelolaan sumberdaya laut yang bertujuan untuk pengelolaan perikanan dan konservasi sumberdaya hayati secara berkelanjutan. Diharapkan bahwa dengan adanya MPA maka sumberdaya laut dapat terpelihara dengan baik. Namun, pertanyaan yang muncul adalah bagaimana tingkat kesejahteraan masyarakat yang tinggal di dalam dan sekitar wilayah tersebut? [...]","protected":false},"author":2,"featured_media":1323,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_themeisle_gutenberg_block_has_review":false,"footnotes":""},"categories":[66],"tags":[],"class_list":["post-1322","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-monitoring-sosial-survei"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/science4conservation.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1322","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/science4conservation.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/science4conservation.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/science4conservation.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/science4conservation.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1322"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/science4conservation.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1322\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5795,"href":"https:\/\/science4conservation.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1322\/revisions\/5795"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/science4conservation.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1323"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/science4conservation.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1322"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/science4conservation.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1322"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/science4conservation.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1322"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}